Minggu, Mei 08, 2022

3.1.A.7. DEMONTRASI KONTEKSTUAL

 


3.1.A.7. DEMONTRASI KONTEKSTUAL

OLEH : APRI JUDISTIRA, S.Pd

Bagaimana anda nanti akan mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang anda dapatkan di program guru penggerak ini di sekolah/ lingkungan asal anda?

Sebagai seorang yang mengikuti program Guru penggerak yang didalamnya banyak sekali pengetahuan baru dan sangat bermanfaat bagi kemajuan sekolah.  Tentu hal ini tidak hanya untuk diri pribadi CGP , pengetahuan ini juga harus dibagikan kepada teman-teman sejawat disekolah untuk kemajuan Bersama.  Ini juga menunjukkan  peran guru penggerak yaitu menjadi coach bagi guru lain, menggerakkan komunitas praktisi, mendorong kolaborasi antar guru dan nilai guru pengerak yaitu kolaboratif. 

Berkaitan dengan modul 3.1 Sebagai seorang Pendidik seringkali dihadapkan dengan kondisi memilih antara dua pilihan yang sangat berat. Kita Guru Sebagai pemimpin pembelajaran diharapkan dapat mengambil keputusan keputusan yang tepat dan benar serta tidak memihak pada salah satu dari suatu masalah yang sedang dihadapi. Seorang pendidik harus bisa melihat bagaiamana persoalan tersebut apakah merupakan dilemma etika atau merupakan bujukan moral.

 Cara saya untuk mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang saya dapatkan di program pendidikan guru penggerak ini di sekolah/lingkungan asal saya adalah dengan melalui diskusi santai di ruang guru dengan beberapa rekan yang berada di dalam kantor tersebut. Namun lebih baik jika materi tersebut disampaikan melalui forum seperti komunitas praktisi yang sudah dibentuk sebelumnya. Tentu hal ini menjadi agenda wajib bagi CGP. Secara tidak langsung juga CGP akan membagikan tulisan di blog, atau media sosial . Melalui ketiga cara tersebut saya harap dapat membantu rekan guru untuk ikut mengetahui serta memahami materi maupun konsep yang diberikan selama pendidikan guru penggerak. Terutama dalam materi yang berkaitan tentang menjalani pengambilan keputusan yang mengandung unsur dilema etika.

Apa Langkah-langkah awal yang akan anda lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran?

Pemimpin pembelajaran adalah suatu kemampuan dan kesiapan yang dimiliki oleh seorang guru untuk mempengaruhi, membimbing dan mengarahkan atau mengelola peserta didiknya agar mereka mau membuat sesuatu demi tercapainya tujuan pembelajaran.

sebagai pemimpin pembelajaran dalam pengambilan suatu keputusan tidak akan luput dari dilema etika dan bujukan moral. Dalam hal ini yang harus kita perhatikan adalah apakah kasus tersebut termasuk dilemma etika atau bujukan moral. 

Langkah-langkah awal yang akan saya lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran adalah sebagai berikut. 

Saat hendak mengambil keputusan, diawali mengumpulkan informasi dan memahami situasimu saat ini. Setelah informasi, dan data yang diperlukan sudah terkumpul, mulailah mempelajari dengan seksama. 

  1. mengambil waktu sejenak dan berpikir dengan mendalam mengenai masalah yang sedang kamu hadapi.
  2. Memilih kemungkinan yang terbaik dari keputusan yang ingin  diambil sebab terkadang memiliki banyak pilihan hanya akan membuat merasa bingung dalam mengambil keputusan.
  3. Menjaga emosi ketika ingin mengambil keputusan , sebaiknya keputusan dilakukan ketika keadaan emosi dalam keadaan stabil ,tidak terlalu gembira dan tidak marah. 
  4. Langkah terakhir adalah menerapkan 9 langkah pengujian pengambilan keputusan yang termasuk di dalamnya ada 4 paradigma dan 3 prinsip. Kesembilan langkah itu adalah pemandu kita sebelum memutuskan sesuatu. Jadi akan meminimalisasi kesalahan dalam pengambilan keputusan.

Mulai kapan anda akan menerapkan langkah-langkah tersebut, Hari ini, besok, minggu depan, hari apa? Catat rencana anda, sehingga anda tidak lupa.

Setiap materi/teori/konsep tidak cukup hanya diketahui saja, perlu adanya penerapan langsung agar pemahaman terhadap suatu konsep atau teori melekat dengan baik.  Diperlukan komitmen dan kesadaran diri untuk memulai sesuatu apapun. Tanggung jawab dan kedisplinan dalam mengerjakannya sangat diperlukan demi kesuksesan suatu program.

Setelah mempelajari modul ini tentu dalam praktik sehari-hari CGP akan  berusaha semaksimal mungkin memecahkan suatu masalah yang ada dilingkungan sekolah atau dikehidupan pribadi CGP.Ketika dihadapkan permasalahan yang cukup pelik yang membutuhkan suatu pemikiran yang kritis dan suatu penalaran yang cukup tinggi. Ketika itulah konsep/materi/teori pengambilan keputusan ini tepat untuk diterapkan. Saya sangat berharap, ketika kasus itu datang menghampiri saya, saya bisa mengambil keputusan yang tepat berdasarkan 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengujian pengambilan keputusan.

Siapa yang akan menjadi pendamping saya dalam menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran? Seseoarang yang menjadi teman diskusi anda untuk menentukan apakah langkah-langkah yang anda ambil telah tepat dan efektif. 

Dalam menjalankan pengambilan keputusan yang baik sebagai pemeimpin pembelajaran tidak akan semudah membalikan telapak tangan ketika berhadapan dengan suatu kasus dan hanya berbekal teori. Dengan alasan tersebut CGP memerlukan pendamping sebagai konsultan . Pendamping yang sekiranya bisa membantu memberikan pencerahan di kala mengalami kebuntuan.

Yang akan mendampingi saya dalam menerapkan atau menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dalam lingkungan sekolah tentunya Kepala Sekolah, rekan-rekan sejawat, serta anggota praktisi yang ada dilingkungan sekolah. 

Ketika berada di rumah tentu keberadaan istri juga akan menjadi teman diskusi dalam menentukan Langkah-langkah yang saya ambil ini efektif dan tepat. Dari pendampngan tersebut diharapkan setiap keputusan yang dibuat oleh saya tidak merugikan salah satu pihak dan bisa menyelesaikan masalah yang di hadapi baik itu berkiatan dengan pembelajaran serta masalah-masalah hidup yang saya hadapi. 

Pengambilan keputusan yang tepat dalam pemimpin pembelajaran adalah pengambilan keputusan yang mampu menyeimbangkan antara dua pihak atau antara dua opsi yang ada dengan pilihan yang tepat dan benar sehingga tidak merugikan salah satunya.

Pengambilan keputusan dapat dikatakan efektif apabila keputusan yang diambil mengacu pada prinsip resolusi, telah melalui 9 langkah pengujian, membawa kepada win-win solution, peningkatan hasil, kinerja, dan mencapai tujuan.


Senin, April 25, 2022

3.1.a.8 Koneksi Antarmateri- Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

3.1.a.8 Koneksi Antarmateri



Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Oleh: Apri Judistira, S.Pd

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2019-2024 salah satu visi Pemerintah Republik Indonesia berfokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui peningkatan kualitas pendidikan dan manajemen talenta. Visi tersebut terkait langsung dengan tugas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebagai penyelenggara pemerintahan di bidang pendidikan dan kebudayaan. Salah satu Program yang diluncurkan adalah Program guru Penggerak.


Program Guru Penggerak merupakan kegiatan pengembangan profesi melalui pelatihan dan pendampingan yang berfokus pada kepemimpinan pembelajaran agar mampu mendorong tumbuh kembang peserta didik secara holistik; aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik; serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila. Profil pelajar Pancasila yang dimaksud adalah peserta didik yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, kreatif, gotong royong, berkebinekaan tunggal, bernalar kritis, dan mandiri.


Program ini bertujuan memberikan bekal kemampuan kepemimpinan pembelajaran dan pedagogi kepada guru sehingga mampu menggerakkan komunitas belajar, baik di dalam maupun di luar satuan pendidikanserta berpotensi menjadi pemimpin pendidikan yang dapat mewujudkan rasa nyaman dan kebahagiaan peserta didik ketika berada di lingkungan satuan pendidikannya masing-masing. Rasa nyaman dan kebahagiaan peserta didik ditunjukkan melalui sikap dan emosi positif terhadap satuan pendidikan, bersikap positif terhadap proses akademik, merasa senang mengikuti kegiatan di satuan pendidikan, terbebas dari perasaan cemas, terbebas dari keluhan kondisi fisik satuan pendidikan, dan tidak memiliki masalah sosial di satuan pendidikannya.   

Dari beberapa informasi yang didapat dari media maka muncul ketertarikan saya untuk mengikuti program tersebut, dengan berbekal keberanian serta harapan yang besar akan perubahan terhadap diri maka keputusan untuk mengikuti PGP tersebut sudah bulat dan tidak bisa diganggu gugat. Tentu keinginan tersebut juga didorong adanya motivasi dari keluarga serta teman sejawat yang ada disekolah. 


Kegiatan Program dilaksanakan menggunakan metode pelatihan dalam jaringan (daring), lokakarya, dan pendampingan individu. Proporsi kegiatan terdiri atas 70% belajar di tempat bekerja (on-the-job training), 20% belajar bersama rekan sejawat, dan 10% belajar bersama narasumber, fasilitator, dan pendamping.


Calon Guru Penggerak menjalankan proses pendidikan selama 9 bulan yang terdiri pembelajaran daring dan pendampingan. Pembelajaran daring berlangsung selama 6 bulan dengan 3 paket modul yang wajib dipelajari oleh Calon Guru Penggerak. Pendampingan terdiri dari lokakarya dan pendampingan individu yang akan dilaksanakan setiap bulan selama 9 bulan.


Sampai tulisan ini dibuat perjalanan mengikuti Program guru penggerak angkatan 4  ini sudah sampai pada modul 3.1 yaitu pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Yang merupakan bagian dari paket modul 3 yaitu Pemimpin Pembelajaran dalam Pengembangan Sekolah.  Yang artinya CGP telah melalui 2 paket modul yaitu paket modul 1 tentang Paradigma dan visi Guru penggerak dan modul 2 yaitu Praktek Pembelajaran yang berpihak pada murid. 


Dalam Modul 3.1, pembahasan tentang peengambilan suatu  keputusan yang efektif. Keputusan-keputusan ini, secara langsung atau tidak langsung bisa menentukan arah dan tujuan institusi atau lembaga yang dipimpin , yang tentunya berdampak kepada mutu pendidikan yang didapatkan murid-murid di Sekolah.


Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil?


Pada sesi modul  1.1 Ki Hajar Dewantara menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Di dalam melaksanakan pembelajaran seorang pemimpin (guru) harus menerapkan sistem among (menuntun) agar mampu mendorong tumbuh kembangnya potensi siswa. 

Selain itu, seorang pemimpin (guru) harus selalu berpedoman pada Pratap Triloka Ki Hajar Dewantara yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. 

Kaitannya dengan pengambilan keputusan, Dalam pengambilan keputusan tentu seorang pemimpin pembelajaran harus mampu mengambil sebuah keputusan yang tepat, bijak serta berpihak kepada murid. Keputusan-keputusan  tepat yang diambil oleh seorang pemimpin pembelajaran akan menjadikan mereka sebagai role model ( teladan) bagi peserta didik. Keputusan tersebut juga mampu membangun semangat orang-orang yang dipimpinnya (siswa), dan keputusan tersebut dapat memberikan motivasi kepada orang-orang yang dipimpinnya (siswa) untuk dapat mengembangkan minat, bakat, dan potensi yang dimiliki.  


Di dalam mengambil sebuah keputusan seorang pemimpin (guru) harus selalu menyelaraskan dengan visi dan misi yang telah disusun dan disepakati bersama, agar apa yang diputuskan jelas dan terarah. Utamanya dalam mewujudkan pendidikan yang berpihak pada murid sehingga terwujud merdeka belajar.


Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Dalam pengambilan suatu keputusan, seringkali bersinggungan dengan prinsip-prinsip etika. Etika di sini tidak berkaitan dengan preferensi pribadi seseorang, namun merupakan sesuatu yang berlaku secara universal. Seseorang yang memiliki penalaran yang baik, sepantasnya menghargai konsep-konsep dan prinsip-prinsip etika yang pasti.  

Keputusan tepat yang diambil merupakan buah dari nilai-nilai positif yang dipegang teguh dan dijalankan oleh Calon guru penggerak. Nilai-nilai positif akan mengarahkan kita mengambil keputusan dengan resiko yang sekecil-kecilnya. Keputusan yang mampu memunculkan kepentingan dan keberpihakan pada peserta didik.

Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan 'coaching' (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil. Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut. Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi 'coaching' yang telah dibahas pada modul 2 sebelumnya.

Dalam proses pengambilan keputusan, selain melakukan pengujian paradigma, prinsip resolusi, serta menjalankan langkah-langkah pengambilan keputusan, perlu juga ditopang dengan keterampilan lain. Keterampilan yang telah dipelajari pada modul-modul sebelumnya akan sangat membantu, salah satunya adalah keterampilan coaching.

Strategi coaching merupakan salah satu cara terbaik untuk menggali permasalahan-permasalahan yang terjadi pada setiap warga sekolah. Serta tehnik ini juga dapat menengkplorasi kemampuan seseorang dalam pengambilan keputusan yang tepa tatas permasalahan yang mereka hadapi. Konsep coaching TIRTA tentu akan sangat ideal jika dikombinasikan dengan sembilan langkah konsep pengambilan dan pengujian keputusan sebagai evaluasi terhadap keputusan yang kita ambil.

Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan?

keterampilan sosial merupakan salah satu kecerdasan emosional yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan yang bijak secara signifikan. Keterampilan sosial seseorang sangat diperlukan dalam membina hubungan dan berkomunikasi dengan orang lain. Dengan adanya komunikasi dan hubungan yang baik dengan lingkungan sosial, kita dapat menyampaikan opini untuk keputusan bersama dengan lancar. Sehingga maksud dari opini kita tersampaikan dengan baik, hal ini berdampak positif pada pengambilan keputusan.

Kemampuan pengambilan keputusan yang tinggi didasarkan pada pengetahuan yang dimiliki, potensi yang dimiliki, lingkungan sekitar dan pendapat orang lain. Sehingga, bila individu memiliki kematangan secara emosional maka individu tersebut dapat bereaksi secara positif dan menghasilkan keputusan yang tidak merugikan dirinya dan orang lain.

Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik.

Seorang pendidik ketika dihadapkan dengan kasus-kasus yang fokus terhadap masalah moral dan etika, baik secara sadar atau pun tidak akan terpengaruh oleh nilai-nilai yang dianutnya. Nilai-nilai yang dianutnya akan mempengaruhi dirinya dalam mengambil sebuah keputusan. Jika nilai-nilai yang dianutnya nilai-nilai positif maka keputusan yang diambil akan tepat, benar dan dapat dipertanggung jawabkan dan begitupun sebaliknya jika nilai-nilai yang dianutnya tidak sesuai dengan kaidah moral, agama dan norma maka keputusan yang diambilnya lebih cenderung hanya benar secara pribadi dan tidak sesuai harapan kebanyakan pihak.

Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Pengambilan keputusan yang tepat pada masalah moral atau etika harus berpedoman pada paradigma, prinsip dan 9 langkah dalam proses pengujian dan pengambilan keputusan, Dapat dipastikan jika pengambilan keputusan dilakukan secara akurat melalui proses tersebut maka keputusan tersebut diyakini akan mampu mengakomodasi semua kepentingan dari pihak-pihak yang terlibat , maka hal tersebut akan berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Selanjutnya, apakah kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Apakah ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Ketika kita menghadapi situasi dilema etika, akan ada nilai-nilai kebajikan mendasari yang bertentangan seperti cinta dan kasih sayang, kebenaran, keadilan, kebebasan, persatuan, toleransi, tanggung jawab dan penghargaan  akan hidup. Hal ini juga yang masih menjadi kesulitan dalam pelaksanaan pengambilan keputusan disekolah kami. Meskipun Dalam kasus dilema etika, pada dasarnya apapun keputusan yang kita ambil dapat dibenarkan secara moral.

Keputusan sepenuhnya tidak bisa menyenangkan semua pihak yang terlibat dalam masalah, maka perlu diperhatikan prinsi-prinsip dalam pengambilan suatu keputusan. Kita harus berfikir hasil akhir dari keputusan kita yang sesuai dengan prinsip berpikir berbasis hasil akhir (end based thinking), kita juga harus melihat peraturan yang mendasari keputusan yang kita ambil (berpikir berbasis peraturan-rule based thinking) serta kita harus menciptakan lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman sesuai dengan prinsip berpikir berbasis rasa peduli (care based thinking). yang pastinya kita harus membuat keputusan tersebut dan bertangung jawab terhadap apa yang sudah diputuskan.

Dan pada akhirnya, apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita?

Setiap keputusan-keputusan yang dibuat seyogyanya bisa mencapai tujuan yang menjadikan tumbuh kembang peserta didik secara holistik; aktif dan proaktif dalam pembelajaran. Serta memberikan memberikan keputusan yang menguntungkan bagi peserta didik. 


Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Setiap keputusan yang diambil seorang pemimpin pembelajaran akan memberikan dampak kepada murid-murid baik secara langsung maupun tidak langsung. Keputusan yang salah tentunya akan berakibat buruk bagi murid. Sebaliknya, keputusan yang tepat akan memberikan dampak baik bagi murid. Keputusan yang diambil tidak hanya berlaku untuk jangka pendek saja, tetapi juga untuk jangka Panjang bahkan di kehidupan atau masa depan murid-murid. Jika keputusan yang diambil berkaitan secara langsung dengan murid, keputusan itu kemungkinan akan terus diingat dan bahkan dijadikan contoh oleh murid. Apalagi jika keputusan tersebut berperan penting atau merupakan keputusan besar berkaitan dengan hidup seorang murid.

seorang guru harus terus mengupgrade potensi dan keterampilan melalui pengembangan diri berkelanjutan dengan berbagai aktivitas positif, mempelajari berbagai keterampilan pendukung, sehingga mampu membuatnya menjadi pemimpin pembelajaran yang bisa mengambil keputusan yang tepat pada segala kondisi yang dihadapi.  Membentuk anak untuk menjadi pribadi unggul yang siap mengahadapi tantangan jaman adalah tugas guru yang harus dipenuhi. Guru sebagai pengambil keputusan mempunyai peran sentral dalam mengajar dan mendidik anak terutama budi pekertinya sehingga mampu menumbuhkan budaya positif di lingkungan sekolah dan masyarakat pada umumnya.

Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Kesimplan yang didapat dari pembelajaran modul ini yang dikaitkan dengan modul-modul sebelumnya adalah :


  1. Patrap Triloka ini juga dapat menjadi asas bagi guru dalam perannya sebagai seorang pemimpin pembelajaran. Pengambilan keputusan harus berlandaskan kepada filosofi Ki Hajar Dewantara yang dikaitkan sebagai pemimpin pembelajaran.
  2. Nilai-nilai yang tertanam pada diri kita akan mempengaruhi setiap keputusan yang kita buat. Maka meningkatkan nilai diri merupakan hal utama dalam menjadi pemimpin pembelajaran.
  3. Guru sebagai pemimpin pembelajaran harus memiliki kematangan secara emosional agar  dapat bereaksi secara positif dan menghasilkan keputusan yang tidak merugikan dirinya dan orang lain.
  4. Proses coaching sangat membantu seseorang dalam pengambilan keputusan terutama pengujian pengambilan keputusan yang telah diambil. Sebagai seorang pemimpin pembelajarn guru harus bisa berperan sebagai coach bagi dirinya, dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk memprediksi hasil, dan melihat berbagai opsi sehingga dapat mengambil keputusan terbaik
  5. Pengambilan keputusan ini harus berdasarkan nilai-nilai kebajikan universal, kepentingan murid dan rasa tanggung jawab sehingga keputusannya dapat mengembangkan segala kodrat yang melekat seperti minat, bakat serta potensi yang dimiliknya yang  bertujuan well being ( kebahagiaan dan kesejahteraan ) muridnya dan terciptanya merdeka belajar

sekian tulisan ini dibuat. atas perhatiannya terimakasih. 
Belitung 25 April 2022. 

3.1.4.4 eksplorasi konsep

 3.1.4.4 eksplorasi konsep-Kasus 1 (kapten Kapal ) 

Kasus yang saya ambil adalah Kasus 1 : Kapten Kapal

Analisis Studi Kasus:

1.Apa keputusan yang Anda ambil?

Saya akan memutuskan tidak bersalah

2. Prinsip mana yang  Anda gunakan, dan mengapa?

Prinsip berpikir berbasis rasa peduli (based care thinking), karena pada saat itu ada dua kebenaran dalam situasi tersebut, benar bahwa sekoci kelebihan muatan, dan benar juga bahwa keadaan badai dan kapal tidak akan sanggup menahan kapasitas muatan yang berlebih dan hal ini akan membahayakan semua penumpang, walaupun keputusan ekstrem yang diambil tidak bisa dibenarkan juga namun pada saat itu pemikiran dan keputusan kapten sudah benar menurut saya.

3. Mari kita terapkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan pada studi kasus Anda.

Apakah ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? (Uji legal)

Nilai yang bertentangan, pertama kapten bertanggung jawab atas keselamatan semua penumpang namun kondisi situasi tidak memungkinkan maka kapten mengambil keputusan ekstrem, kedua setiap penumpang memiliki hak untuk bertahan hidup dan tidak ada jalan lain hanya dengan menaiki kapal penyelamat yang kapasitasnya sedikit.

Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut ?

Kapten dan penumpang

Apa fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut ?

Fakta pertama kapal akan karam kapal penyelamat hanya satu, kedua jumlah penumpang lebih banyak dari kapasitas kapal penyelamat, ketiga cuaca buruk sedang badai besar, keempat kapten harus memutuskan untuk keselamatan walau hanya sebagian penumpang.

Mari kita lakukan pengujian benar atau salah terhadap situasi tersebut.

 Apakah ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? (Uji legal)

Uji legal, dalam situasi ini ada pelanggaran hukum karena setiap penumpang berhak naik kapal penyelamat

Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut? (Uji regulasi)

Uji regulasi, dalam kejadian tersebut tidak ada pelanggaran kode etik karena kapten berfikir untuk menyelamatkan penumpang

Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini? (Uji intuisi)

Uji institusi, keputusan kapten mendorong sebagian penumpang menurut saya salah

Apa yang anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di halaman depan koran? Apakah anda merasa nyaman?

Saya akan merasa bersalah, tidak nyaman karena bagaimanapun memaksa sebagian penumpang turun bukan hal benar.

Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini?

Menurut saya panutan saya akan mengambil keputusan yang sama.

 Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut?

Prinsip dilema etika individu lawan masyarakat menurut saya karena pada saat kapten mengambil keputusan dia berpikir menyelamatkan sebagian penumpang walaupun ada penumpang yang dikorbankan dan pada akhirnya ternyata ada penumpang yang didorong kapten yang selamat yang akhirnya menuntut secara hukum.

 Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, prinsip mana yang akan dipakai

Sebagai juri saya akan menggunakan prinsip berpikir berbasis rasa peduli karena saya merasakan dan bisa membayangkan bagaimana posisi kapten pada saat mengambil keputusan tersebut

 Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini

(Investigasi Opsi Trilemma)?

Mungkin ada menurut saya bisa saja pada saat itu semua penumpang menggunakan pelampung atau benda lain yang bisa mengambang dan bisa dijadikan pegangan untuk menyelamatkan diri sampai bantuan datang

Apa keputusan yang akan Anda ambil?

Saya sebagai juri menyatakan tidak bersalah

Coba lihat lagi keputusan Anda dan refleksikan.

Keputusan saya sudah berdasarkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan dan berharap ini keputusan yang tepat walau bukan yang terbaik.


Analisis Studi Kasus: Kasus yang saya ambil adalah kasus 2 Dilema Siti, Ketika ia memeriksakan ibunya dan harus menebus obat, ia membayar dan mendapat uang kembalian  berlebih dari petugas apoteker.

 

1. Apa keputusan yang Anda ambil?

Saya akan mengembalikan uang kelebihan kepada petugas apoteker.

2. Prinsip mana yang  Anda gunakan, dan mengapa?

Prinsip berpikir berbasis rasa peduli, karena di sini Siti mempunyai rasa kasihan kepada petugas apabila Siti tidak mengembalikan uang kembalian, maka petugas apoteker harus mepertanggung jawabkan kecerobohannya itu.


Mari kita terapkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan pada studi kasus Anda.

3. Apa nilai-nilai yang saling bertentangan dalam studi kasus tersebut?

Nilai individu lawan masyarakat. Di sini antara tidak mengembalikan uang kelebihan kembalian untuk kepentingan Siti dapat membeli 1 strip obat lagi untuk ibunya. Sedangkan jika tidak mengembalikan uang kelebihan kembalian, petugas apoteker yang akan menanggung kerugian tersebut dan harus mempertanggungjawabkannya.

4. Siapa yang terlibat dalam situasi tersebut ?

Siti dan petugas apoteker

5. Apa fakta-fakta yang relevan dengan situasi tersebut ?

Siti memeriksakan ibunya ke rumah sakit. Ia harus menebus obat ke apotik, setelah membayar dan obatnya diterima, Siti mendapat uang kembalian. Harga satu strip obat Rpp 325.000,00 Ia membayar dengan uang Rp 400.000,00. Uang kembalian yag seharusnya ia terima Rp 75.000,00 namun ia mendapat kembalian Rp 125.000,00, maka ada kelebihan Rp. 50.000,00. Awalnya ia bimbang mau mengembalikan kelebihan uang itu atau tidak, kalua tidak dikembalikan maka bisa untuk membeli satu strip obat lagi, namun Siti juga kasihan kepada apetuga apotek yang akan mendapat kerugian.


Mari kita lakukan pengujian benar atau salah terhadap situasi tersebut.

6. Apakah ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut? (Uji legal)

Tidak ada

7. Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut? (Uji regulasi)

Tidak ada

8. Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini? (Uji intuisi)

Jika dianalisis, yang awalnya salah adalah petugas apoteker karena tidak teliti dalam menghitung uang kembalian.



9. Apa yang anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di halaman depan koran? Apakah anda merasa nyaman?

Saya merasa tenang saja, karena dengan mengembalikan uang kelebihan kembalian, saya tidak menyalahi norma kejujuran, dan dapat membantu petugas apoteker supaya tidak mendapat kerugian, atau ditegur atasan.

10. Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini?

Akan segera mengembalikan uang kelebihan kembalian

11. Jika situasinya adalah situasi dilema etika, paradigma mana yang terjadi pada situasi tersebut?

Paradigma dilema individu lawan masyarakat

12. Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, prinsip mana yang akan dipakai

Prinsip berpikir berbasis rasa peduli

13. Apakah ada sebuah penyelesaian yang kreatif dan  tidak terpikir sebelumnya untuk menyelesaikan masalah ini (Investigasi Opsi Trilemma)?

Penyelesaian kreatif dari masalah ini adalah, Siti langsung menghitung uang kembalian di depan apoteker.

14. Apa keputusan yang akan Anda ambil?

Keputusan yang diambil adalah mengembalikan uang kelebihan kembalian dari membeli obat di apotek.

15. Coba lihat lagi keputusan Anda dan refleksikan.

Dengan mengambil keputusan tersebut, tidak akan merugikan pihak lain, dan sebagai makhluk beragama kita mengembangkan sikap jujur.



Kamis, April 07, 2022

Survei Pengetahuan Awal – modul 3.1

 Survei Pengetahuan Awal – modul 3.1

Anda adalah Kepala Sekolah yang baru diangkat di SMP X. Wakil Kepala Sekolah Kurikulum mengatakan bahwa sekolah memerlukan buku-buku pelajaran baru yang perlu didistribusikan dengan segera kepada murid-murid. Hari itu, Anda diberitahu bahwa penerbit Y akan hadir untuk presentasi buku-buku pelajaran untuk tahun ajaran baru. Wakasek Kurikulum Anda mengatakan bahwa ini adalah kegiatan rutin sekolah untuk menyeleksi buku-buku pelajaran murid kelas 1-6 menjelang tahun ajaran baru dimulai, dan para orang tua pun sudah menunggu daftar buku-buku yang harus dibeli. Anda pun bertemu dengan penerbit Y. Di akhir rapat, penerbit Y memberitahu Anda bahwa jika Anda memutuskan memesan dari penerbitan mereka, maka seperti kepala sekolah sebelumnya, Anda akan mendapatkan 'komisi'. Penerbit memberitahu Anda bahwa kegiatan seperti ini sudah dilakukan setiap tahun oleh pimpinan sekolah Anda terdahulu. Penerbit Y juga mengatakan bahwa kerja sama ini sudah lama terbina, dan mereka senantiasa tepat waktu memberikan buku-buku pelajaran yang dibutuhkan sekolah. Apa yang akan Anda lakukan sebagai Kepala Sekolah? Suatu saat, pihak Yayasan/Manajemen Sekolah memanggil Anda untuk mengetahui prosedur dan praktik pemesanan buku-buku tahun ajaran baru di sekolah selama ini. Apa yang Anda katakan?


apabila dihadapkan dengan kasus seperti diatas , karena penerbit tersebut sudah lama terbina dan dapat dipercaya , maka pemesanan buku akan tetap dilakukan kepada penerbit Y , namun dengan meniadakan  perjanjian tentang “komisi” tersebut dan mengganti dengan pengurangan harga atau bantuan buku kepada sekolah. Dalam memberikan informasi kepada pihak Yayasan tentang prosedur dan praktik pemesanan buku tentu berdasarkan fakta dan data. Saya perlu mengatakan tentang pentingnya menjaga jalinan kesepakatan yang sudah terjalin lama ini harus tetap dilanjutkan karena sudah terpercaya. 


Bagaimana situasi di lingkungan Anda sendiri, adakah nilai-nilai kebajikan yang dijunjung tinggi di tempat Anda bekerja, atau tinggal? Ceritakan pengalaman Anda Anda bagaimana nilai-nilai kebajikan tersebut telah membentuk diri Anda terutama dalam mengambil suatu keputusan?

nilai kebajikan yang dijunjung tinggi disekolah adalah tentang menjaga perasaan satu sama lain dengan saling menghargai satu sama lain. peduli dengan apa yang terjadi dengan kawan sekitar. dari nilai tersebut menjadi salah satu hal positif dalam mengambil suatu keputusan. 


Apakah Anda pernah mengalami atau melihat suatu pengambilan keputusan serupa studi kasus yang ditanyakan di atas, di mana ada dua kepentingan saling berbenturan? Ceritakan bagaimana pengalaman Anda sendiri di sekolah asal Anda. Apa yang Anda lakukan pada waktu itu, mengapa?

ketika terjadi benturan kepentingan-kepentingan , maka saya lebih memilih mendengarkan dan diam. hal ini dilakukan untuk menghindari konflik. 

Pernahkah Anda setelah mengambil suatu keputusan, bertanya pada diri sendiri, "Apakah keputusan yang Anda ambil adalah keputusan yang tepat?" "Apakah seharusnya saya mengambil keputusan yang lain?" Kira-kira apa yang membuat Anda mempunyai pemikiran seperti itu?

keragu-raguan akan keputusan yang dibuat sering sekali terjadi, hal ini disebabkan apakah keputusan tersebut bisa menyelsaikan masalah yang ada , atau keputusan tersebut bisa berjalan dengan baik dan dijalankan oleh orang lain. terkadang ego dalam menentukan keputusan perlu diperhatikan. 


Pertanyaan-pertanyaan apa yang ingin Anda tanyakan pada sesi Pengambilan Keputusan berbasis Pemimpin Pembelajaran ini? Apa yang selama ini menjadi tantangan bagi Anda dalam mengambil suatu keputusan sebagai pemimpin pembelajaran?

pertanyaan yang ingin saya tanyakan adalah : ' bagaimana langkah-langkah membuat keputusan yang tepat dan dapat diikuti oleh orang lain. 

yang menjadi tantangan dalam mengambil keputusan adalah ; terkadang tidak menguasai masalah serta mementingkan ego sendiri sehingga tidak tepat dalam menentukan langkah keputusan yang diambil 


Harapan-harapan apa saja yang Anda inginkan dengan mengikuti modul 3. 1-Pengambilan Keputusan berbasis Pemimpin Pembelajaran? Apa yang ingin Anda capai setelah belajar tentang modul 3. 1 ini?

dengan mengikuti modul 3. 1-Pengambilan Keputusan berbasis Pemimpin Pembelajaran, CGP dapat menjadi pemimpin pembelajaran yang mampu dalam menenetukan keputusan serta kebijakan dalam pembelajaran. 

CGP memiliki modal yang cukup sebagai seorang pemimpin masa depan. 


Jumat, April 01, 2022

2.3.a.9. Koneksi Antarmateri - Coaching

 

2.3.a.9. Koneksi Antarmateri - Coaching

A. Pengertian Coaching dan penerapannya dalam pembelajaran

Coaching adalah sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana coach memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribadi dari coachee (Grant, 1999)

Coaching memiliki peran yang sangat penting karena dapat digunakan untuk menggali potensi murid sekaligus mengembangkannya dengan berbagai strategi yang disepakati bersama. Jika proses coaching berhasil dengan baik, masalah-masalah pembelajaran atau masalah eksternal yang mengganggu proses pembelajaran dan dapat menurunkan potensi murid akan dapat diatasi. Mengingat pentingnya proses coaching ini sebagai alat untuk memaksimalkan potensi murid, guru hendaknya memiliki keterampilan coaching. International Coach Federation (ICF) memberikan acuan mengenai empat kelompok kompetensi dasar bagi seorang coach yaitu:

  • keterampilan membangun dasar proses coaching
  • keterampilan membangun hubungan baik
  • keterampilan berkomunikasi
  • keterampilan memfasilitasi pembelajaran

B. Penerapan Coaching dengan Model TIRTA dalam Pendidikan

TIRTA dikembangkan dari satu model coaching yang dikenal sangat luas dan telah diaplikasikan, yaitu GROW model. Model TIRTA dikembangkan dengan semangat merdeka belajar yang menuntut guru untuk memiliki keterampilan coaching. Hal ini penting mengingat tujuan coaching yaitu untuk melejitkan potensi murid agar menjadi lebih merdeka. Melalui model TIRTA, guru diharapkan dapat melakukan praktik coaching di komunitas sekolah dengan mudah.

TIRTA kepanjangan dari T: Tujuan I: Identifikasi R: Rencana aksi TA: Tanggung jawab. Dari segi bahasa, TIRTA berarti air. Air mengalir dari hulu ke hilir. Jika kita ibaratkan murid kita adalah air, maka biarlah ia merdeka, mengalir lepas hingga ke hilir potensinya. Anda, sebagai guru memiliki tugas untuk menjaga air itu tetap mengalir, tanpa sumbatan.

 

 

C. Sintesis antar materi coaching dengan materi sebelumnya

Coaching memiliki peran yang sangat penting karena dapat digunakan untuk menggali potensi murid sekaligus mengembangkannya dengan berbagai strategi yang disepakati bersama. Pendapat ini sejalan dengan tujuan Pendidikan menurut ki Hajar Dewantara yaitu menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Guru sebagai coach sangat berperan penting dalam menciptakan kenyamanan bagi murid melalui keterampilan berkomunikasi dengan baik sehingga timbullah rasa empati, saling menghormati dan saling menghargai antara guru dan murid. 

Tehnik Coaching sejalan dengan visi dan misi guru penggerak dalam menciptakan budaya positif disekolah. Coaching menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari visi misi yang akan dilaksanakan oleh guru penggerak. Coaching menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang jadi penghambat visi serta misi terealisasi.

Dengan adanya tehnik coaching akan memberikan dampak hubungan yang baik antara guru dan murid disekolah. Kedekatan emosional ini membuat suasana well being bagi murid. Dan terciptanya merdeka belajar dilingkungan sekolah.

 

Selasa, Februari 15, 2022

 

 

2.1.a.6. Refleksi Terbimbing - Modul 2.1

 

  1. Dari apa yang sudah Anda pelajari, materi apa yang menurut Anda dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang terkait dengan pembelajaran di kelas Anda?
  2. Apa yang menurut Anda sulit untuk diterapkan? Mengapa menurut Anda hal tersebut sulit diterapkan?
  3. Jika Anda harus menerapkan hal yang sulit tersebut, dukungan Apa yang Anda perlukan? Kemana atau bagaimana Anda akan dapat mengakses dukungan tersebut.
  4. Jika Anda menghadapi sebuah situasi, dimana kebutuhan belajar siswa Anda tidak dapat diakomodasi oleh pembelajaran berdiferensiasi beranikah Anda mengambil risiko untuk memodifikasi pembelajaran Anda, meskipun hal tersebut mungkin tidak umum atau tidak sesuai dengan sistem yang ada? Jelaskan pendapat Anda dengan alasannya.

Jawaban.

1. Berdasarkan apa yang telah saya pelajari pada modul ini , dari setiap bagian modul ini memudahkan CGP dalam memahami tentang pembelajaran berdiferensiasi sebagai solusi dalam mengatasi siswa yang beraneka ragam atau heterogen. CGP sedikit demi sedikit memahami tentang konsep pembelajaran berdiferensiasi , penerapan 3 strategi diferensiasi (konten , proses , produk) , serta cara membuat RPP berdiferensiasi. Setiap materi memiliki andil dalam membantu CGP memahami konsep pembelajaran berdiferensiasi. Modul ini menambah wawasan CGP untuk menjadikan merdeka Belajar disekolah.

2. menurut pendapat awal saya setelah mempelajari modul ini dalam penerapan pembelajaran berdiferensiasi ini menjadi hal yang baru bagi CGP . tentu ini menjadi tantangan bagi CGP dalam mengimplemetasikan pembelajaran berdiferensiasi untuk mengakomodasi kebutuhan belajar murid yang berbeda. Adapun kesulitan dalam menerapkan adalah 

  • Adaptasi CGP dalam melakukan pola pembelajaran baru akan membutuhkan waktu yang lama.
  • pengkondisian siswa yang notabene masih perlu banyak diarahkan.
  • Membuat RPP berdiferensiasi yang mengakomodasi kebutuhan siswa yang berbeda butuh analisis kebutuhan murid yang akan memakan waktu,

3. Dukungan yang diperlukan dalam mengatasi kesulitan diatas yakni :

  • dukungan serta legalitas dari Kepala Sekolah dan teman sejawat dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi baik itu moril ataupun materil
  • Kesiapan murid  dalam menerima hal baru dalam pembelajaran dan dapat berperan aktif dalam memberikan informasi yang akurat tentang kebutuhan belajar mereka
  • Adanya sistem atau kurikulum yang dapat mendukung tercapainya pembelajaran berdiferensiasi melalui kebijakan Nasional sampai ke tingkat Sekolah.
  • Dukungan dari orang tua murid dalam memberikan informasi tentang keadaan siswa serta kolaborasi dalam melaksakan pembelajaran dirumah.

4. Menurut saya, jika saya berada pada situasi dimana kebutuhan belajar siswa saya tidak dapat diakomodasi oleh pembelajaran berdiferensiasi, maka harus mengambil keputusan bagaimana agar pembelajaran dapat memenuhi setiap murid disekolah . hal ini dikarenakan murid harus mendapatkan Pendidikan serta pembelajaran yang dapat memenuhi kebutuhan belajar mereka sejalan dengan filosofi KHD yang menyatakan bahwa pembelajaran itu harus bermakna dan menyenangkan demi terwujudnya merdeka belajar serta tujuan yang mulia yaitu terciptanya profil pelajar Pancasila.


Kamis, Oktober 21, 2021

Cara reset network dan cara flushing DNS

  • Buka Command Prompt dengan klik kanan, dan pilih Run As Administrator.
  • Ketikkan ipconfig /flushdns lalu pencet Enter pada keyboard.
  • Setelah selesai, ketikkan ipconfig /renew lalu Enter.
  • Tutuplah Command Prompt dan cobalah mengakses internet.

Sehingga salah satu cara mempercepat koneksi WiFi yang bisa kamu coba adalah mengatur penuh lebar pita untuk internet kamu.

Caranya, yakni sebagai berikut:

  • Klik Start > Run > ketikkan “gpedit.msc” (tanpa tanda kutip).
  • Klik menuju Local Computer Policy > Computer Configuration > Administrative Templates.
  • Klik Network kemudian QoS Packet Scheduler.
  • Klik dua kali (double click) pada Limit Reservable Bandwidth.
  • Klik menu Enable. Setelah itu isikan nilai 0 pada bandwidth limit.
  • Klik Apply.
  • Restart komputer.

Untuk itu, kamu harus mengganti pengaturan tersebut, caranya sebagai berikut:

  • Klik Start > Run > ketikkan “regedit” (tanpa tanda kutip) untuk membuka Registry Editor.
  • Klik menuju HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\LanmanServer\Parameters.
  • Di folder Parameter tersebut, klik kanan pada file DWORD bernama “IRPStackSize”, klik Modify, dan ganti nilainya menjadi 50.
  • Jika file tersebut tidak ditemukan, buat file DWORD baru dengan klik kanan, New, DWORD Value. Buat dengan nama “IRPStackSize” dan Value nya 50.
  • Klik OK, dan tutup Registry Editor.
  • Restart komputer.

 

3.1.A.7. DEMONTRASI KONTEKSTUAL

  3.1.A.7. DEMONTRASI KONTEKSTUAL OLEH : APRI JUDISTIRA, S.Pd Bagaimana anda nanti akan mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang anda dap...