3.1.A.7. DEMONTRASI KONTEKSTUAL
OLEH : APRI JUDISTIRA, S.Pd
Bagaimana anda nanti akan mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang anda dapatkan di program guru penggerak ini di sekolah/ lingkungan asal anda?
Sebagai seorang yang mengikuti program Guru penggerak yang didalamnya banyak sekali pengetahuan baru dan sangat bermanfaat bagi kemajuan sekolah. Tentu hal ini tidak hanya untuk diri pribadi CGP , pengetahuan ini juga harus dibagikan kepada teman-teman sejawat disekolah untuk kemajuan Bersama. Ini juga menunjukkan peran guru penggerak yaitu menjadi coach bagi guru lain, menggerakkan komunitas praktisi, mendorong kolaborasi antar guru dan nilai guru pengerak yaitu kolaboratif.
Berkaitan dengan modul 3.1 Sebagai seorang Pendidik seringkali dihadapkan dengan kondisi memilih antara dua pilihan yang sangat berat. Kita Guru Sebagai pemimpin pembelajaran diharapkan dapat mengambil keputusan keputusan yang tepat dan benar serta tidak memihak pada salah satu dari suatu masalah yang sedang dihadapi. Seorang pendidik harus bisa melihat bagaiamana persoalan tersebut apakah merupakan dilemma etika atau merupakan bujukan moral.
Cara saya untuk mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang saya dapatkan di program pendidikan guru penggerak ini di sekolah/lingkungan asal saya adalah dengan melalui diskusi santai di ruang guru dengan beberapa rekan yang berada di dalam kantor tersebut. Namun lebih baik jika materi tersebut disampaikan melalui forum seperti komunitas praktisi yang sudah dibentuk sebelumnya. Tentu hal ini menjadi agenda wajib bagi CGP. Secara tidak langsung juga CGP akan membagikan tulisan di blog, atau media sosial . Melalui ketiga cara tersebut saya harap dapat membantu rekan guru untuk ikut mengetahui serta memahami materi maupun konsep yang diberikan selama pendidikan guru penggerak. Terutama dalam materi yang berkaitan tentang menjalani pengambilan keputusan yang mengandung unsur dilema etika.
Apa Langkah-langkah awal yang akan anda lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran?
Pemimpin pembelajaran adalah suatu kemampuan dan kesiapan yang dimiliki oleh seorang guru untuk mempengaruhi, membimbing dan mengarahkan atau mengelola peserta didiknya agar mereka mau membuat sesuatu demi tercapainya tujuan pembelajaran.
sebagai pemimpin pembelajaran dalam pengambilan suatu keputusan tidak akan luput dari dilema etika dan bujukan moral. Dalam hal ini yang harus kita perhatikan adalah apakah kasus tersebut termasuk dilemma etika atau bujukan moral.
Langkah-langkah awal yang akan saya lakukan untuk memulai mengambil keputusan berdasarkan pemimpin pembelajaran adalah sebagai berikut.
Saat hendak mengambil keputusan, diawali mengumpulkan informasi dan memahami situasimu saat ini. Setelah informasi, dan data yang diperlukan sudah terkumpul, mulailah mempelajari dengan seksama.
- mengambil waktu sejenak dan berpikir dengan mendalam mengenai masalah yang sedang kamu hadapi.
- Memilih kemungkinan yang terbaik dari keputusan yang ingin diambil sebab terkadang memiliki banyak pilihan hanya akan membuat merasa bingung dalam mengambil keputusan.
- Menjaga emosi ketika ingin mengambil keputusan , sebaiknya keputusan dilakukan ketika keadaan emosi dalam keadaan stabil ,tidak terlalu gembira dan tidak marah.
- Langkah terakhir adalah menerapkan 9 langkah pengujian pengambilan keputusan yang termasuk di dalamnya ada 4 paradigma dan 3 prinsip. Kesembilan langkah itu adalah pemandu kita sebelum memutuskan sesuatu. Jadi akan meminimalisasi kesalahan dalam pengambilan keputusan.
Mulai kapan anda akan menerapkan langkah-langkah tersebut, Hari ini, besok, minggu depan, hari apa? Catat rencana anda, sehingga anda tidak lupa.
Setiap materi/teori/konsep tidak cukup hanya diketahui saja, perlu adanya penerapan langsung agar pemahaman terhadap suatu konsep atau teori melekat dengan baik. Diperlukan komitmen dan kesadaran diri untuk memulai sesuatu apapun. Tanggung jawab dan kedisplinan dalam mengerjakannya sangat diperlukan demi kesuksesan suatu program.
Setelah mempelajari modul ini tentu dalam praktik sehari-hari CGP akan berusaha semaksimal mungkin memecahkan suatu masalah yang ada dilingkungan sekolah atau dikehidupan pribadi CGP.Ketika dihadapkan permasalahan yang cukup pelik yang membutuhkan suatu pemikiran yang kritis dan suatu penalaran yang cukup tinggi. Ketika itulah konsep/materi/teori pengambilan keputusan ini tepat untuk diterapkan. Saya sangat berharap, ketika kasus itu datang menghampiri saya, saya bisa mengambil keputusan yang tepat berdasarkan 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengujian pengambilan keputusan.
Siapa yang akan menjadi pendamping saya dalam menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran? Seseoarang yang menjadi teman diskusi anda untuk menentukan apakah langkah-langkah yang anda ambil telah tepat dan efektif.
Dalam menjalankan pengambilan keputusan yang baik sebagai pemeimpin pembelajaran tidak akan semudah membalikan telapak tangan ketika berhadapan dengan suatu kasus dan hanya berbekal teori. Dengan alasan tersebut CGP memerlukan pendamping sebagai konsultan . Pendamping yang sekiranya bisa membantu memberikan pencerahan di kala mengalami kebuntuan.
Yang akan mendampingi saya dalam menerapkan atau menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dalam lingkungan sekolah tentunya Kepala Sekolah, rekan-rekan sejawat, serta anggota praktisi yang ada dilingkungan sekolah.
Ketika berada di rumah tentu keberadaan istri juga akan menjadi teman diskusi dalam menentukan Langkah-langkah yang saya ambil ini efektif dan tepat. Dari pendampngan tersebut diharapkan setiap keputusan yang dibuat oleh saya tidak merugikan salah satu pihak dan bisa menyelesaikan masalah yang di hadapi baik itu berkiatan dengan pembelajaran serta masalah-masalah hidup yang saya hadapi.
Pengambilan keputusan yang tepat dalam pemimpin pembelajaran adalah pengambilan keputusan yang mampu menyeimbangkan antara dua pihak atau antara dua opsi yang ada dengan pilihan yang tepat dan benar sehingga tidak merugikan salah satunya.
Pengambilan keputusan dapat dikatakan efektif apabila keputusan yang diambil mengacu pada prinsip resolusi, telah melalui 9 langkah pengujian, membawa kepada win-win solution, peningkatan hasil, kinerja, dan mencapai tujuan.
